Get Adobe Flash player

 

Menurut Imam Zarkasy dalam bukunya Tarbiyah, pendidikan adalah proses menyampaikan atau memperoleh pengetahuan umum dan mempersiapkan siswa secara fisik, mental, moral dan intelektual untuk kehidupan diusia dewasa. Itu tidak bisa dipungkiri bahwa pendidikan sangat penting, tidak ada orang yang dapat hidup di dunia ini dengan benar tanpa pendidikan itu mendukung semua umat manusia pada saat kritis dalam, emosional, sosial dan pertumbuhan intelektual fisik mereka. Pendidikan juga memberikan siswa keterampilan hidup yang akan memungkinkan mereka untuk berkembang di kemudian hari. Ini melengkapi mereka dengan keterampilan mempertahankan eksistensi sehat dan produktif, untuk tumbuh menjadi dewasa akal dan aktif secara sosial dan membuat kontribusi budaya dan politik untuk komunitas mereka.

Karena itu untuk menghadapi tantangan pendidikan La Tansa melalui banyak cara untuk meningkatkan dan meningkatkan standar pendidikan bagi para siswa. Salah satunya adalah menyediakan keuangan untuk beberapa guru untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, dalam hal ini program magister (pascasarjana) tentang Teknologi Pendidikan di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang Banten (Untirta) sehingga mereka akan mampu mempertahankan usaha lebih untuk meningkatkan keterampilan siswa La Tansa dan pendidikan di setiap besar.

 

GAGASAN DAN HARAPAN

Berawal dari syukuran pasca ujian semester ganjil tahun 2011, di kediaman Pimpinan Pesantren. KH. Adrian Mafatihullah Kariem. ditengah-tengah sambutanya beliau menawarkan program pendidikan pascasarjana bagi seluruh asatidz, Pondok ini harus terus meningkat kualitasnya dan untuk menunjang program peningkatan kualitas itu diperlukan sumber daya yang mumpuni dan memiliki semangat kepesantren yang tinggi, tambahnya. Dengan melalui mekanisme majlis guru pendaftaran calon mahasiswa pascasarjana dilakukan, tercatatlah 18 orang guru yang mendaftar dan melalui rapat pimpinan akhirnya 18 guru tersebut mendapatkan hak untuk melanjutkan program pendidikan pasca sarjana dengan beasiswa penuh dari pesantren.

Setelah diputuskan, calon mahasiswa sepakat untuk melanjutkan program pendidikan pascasarjananya ke jurusan Tekhnologi Pembelajaran (TPm) di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang Banten. pemilihan jurusan ini tentu seiring dengan semangat pengabdian dan loyalitas yang tinggi terhadap pengembangan kualitas pendidikan di pondok tercinta ini.

Terlalu banyak dinamika yang terjadi selama proses kuliah ini, jauhnya jarak ditambah dengan tugas-tugas organisasi pesantren yang luar biasa banyak tidak menghalangi dan menghambat semangat kuliah asatidz dan ini sebagai wujud komitmen untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan dan amanat yang telah diberikan pesantren. Al-Ustadz Yusuf Ardiansyah salah satu peserta program magister yang khas dengan dialek betawinya mengatakan, harus semangat terus, kita harus targetkan 4 semester selesai dan langsung ikut daftar proposal dan tesis, kita masuk “bareng” lulus juga kudu bareng. Ditambahkan Al-Ustadz Bahrudin HS, ini amanat kita harus semangat agar otak kita tetap hangat. Proses perkuliahan dari semester satu sampai semester dua perkualiahan dilaksanakan di Kampus La Tansa Mashiro sebagai program kerjasama antar universitas untuk penyelenggaran perkuliahan, masuk semester tiga perkuliahan dilaksanakan di gedung pascasarjana Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, serang.

Respon positif dari civitas akademika untirta terhadap program ini, Dr. Chussaeri Rusdi Syarief, MSI, selaku direktur program pascasarjana Untirta, saat acara pengelepasan 180 mahasiswa pascasarjana mengatakan, kami sangat apresiatif terhadap perjuangan teman-teman mahasiswa sehingga bisa menyelesaikan program pendidikan S2nya dengan tepat waktu dan runut, bilkhusus dari kelas La Tansa yang secara kolektif dan komitmen yang luar biasa sehingga bisa lulus satu kelas secara bersama-sama dengan tepat waktu. Selanjutnya Rektor Untirta Prof. Dr. Soleh Hidayat, M.Pd. saat acara syukuran pasca sidang tesis mengatakan, amanat yang telah diberikan lembaga kepada anda semua, harus jawab dengan memberikan kontribusi yang baik untuk peningkatan kualitas pendidikan dilembaga bapak-ibu bekerja.

This is the finally action, inilah akhirnya ujian yang ditunggu yaitu sidang tesis, tapi bukan sidang tesis yang menjadi ujian sesungguhnya. yang menjadi perjuangan dan harus diperjuangkan adalah bagaimana menyusun rangkaian kata, deretan data yang dikemas dalam proses penelitian yang kemudian tersusun dan terbagi menjadi rangkaian bab 1 sampai dengan bab V. Belum lagi harus “Wara wiri” serang untuk melaksanakan bimbingan tesis sampai betul-betul fix dan siap disidangkan. Banyak cerita, tidak melulu terkesan manis banyak pula cerita getir, tapi tekad sudah bulat demi sebuah amanat, harus selesai, bagaimanapun caranya, bagaimanapun rasanya ?. inilah perjuangan. Akhirnya proses pemanggilan sidang tesis berjalan secara bertahap, al-ustdazah Mia Umyati satu-satu ustadzah yang ikut dalam program S2 La Tansa ini setelah sidang mengatakan, alhamdulillah sidang sudah selesai hanya jujur saja luar biasa nervoes, tapi secara umum alhamdulillah lancar walau masih banyak yang harus diperbaiki.

Pemimpin Pesantren KH. Adrian Mafatihullah Kariem, MA, memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap upaya maksimal para asatidz yang telah berhasil menyelesaikan studi pascasarjana dengan tepat waktu, dan pada kesempatana itu pula memberikan pesan untuk mengaplikasikan hasil belajar di pascasarjana di pondok ini dengan semangat pengabdian sesuai dengan ruh kepesantrenan, ditambahkan beliau bahwa hendaknya para asatidz untuk lebih bijak (wisdom) dalam menyikapi berbagai macam persoalan dan untuk terus mencari dan mengekplorasi serta mengaktualisasikan diri sesuai dengan perannya masing-masing dalam ruang lingkup pesantren dan organisasi pesantren. Tidak ketinggalan KH. Soleh Rosyad, MM memberikan apresiasi atas keberhasilan asatidz dan beliau berpesan untuk tidak berhenti belajar, tidak berhenti mengekplorasi potensi diri masing-masing asatidz terus melakukan penelitian-penelitian yang bisa dimanfaatkan bilkhusus bagi perkembangan pendidikan di pondok ini.

Akhirnya 13 April 2013 bertempat di Grand Royale Krakatau Cilegon, menjadi ukiran sejarah bagi 17 asatidz, pada hari itu mereka dikukuhkan dengan sah sebagai magister pendidikan, seperti yang selalu diucapkan pendiri dan pemimpin pesantren saat khutbatul wada santri kelas akhir bahwa pengabdian yang sesungguhnya adalah masyarakat, bagaimana kita mewarnai dan jangan terwarnai, harus menjadi mutiara yang memberikan berkas cahaya bagi segenap manusia bukan mutiara dalam butiran debu.(To2)

 

Sekretariat Pesantren La Tansa

Copyright © 2013. All Rights Reserved.