Jakarta – Histeria putra putri LTC membahana setelah panitia mempersilakan unitnya ikut berlaga kembali di babak final pertarungan Grand Prix Marching Band (GPMB) hari ini di Istora Senayan, Ahad 27 Desember 2009 pukul 10.00 WIB. Sebagaimana dilansir situs gpmb.org, hasil dari babak penyisihan Sabtu kemarin (26/12), lima dari sembilan peserta devisi sekolah disaring untuk masuk ke babak paling menentukan itu, salah satunya marching band pondok pesantren La Tansa (La Tansa Corps). Semua peserta mewakili berbagai sekolah di tanah air, diantaranya: La Tansa Corps Banten , Gema Snada Budiniyah Bogor, Sadaluhung Padjajaran Bandung, Smansa Manggala Dara Bali, Korps Putri Tarakanita Jakarta, SMA Pusri Palembang, Bahana Sparada Balikpapan, STTD Drum Corps Bekasi, dan BCK Duri Dumai.
Dari sekian banyak peserta GMPB, LTC termasuk unit band paling belia. Keberadaannya di kejuaraan tingkat nasional ini baru berusia 3 tahun. Lain halnya dengan unit lain dengan seabreg pengalaman. Meski demikian, jauh sebelum bertandang ke GPMB, LTC pernah merajai dunia marching di wilayah Banten, selain Daar el Qolam, saudara kandungnya sendiri, partner, sekaligus saingan terberatnya. Di turnamen-turnamen paling bergengsi di Banten yang diselenggarakan di kota Tangerang, LTC berhasil mengukir sejarah kejayaannya. Mulai dari Tangerang Open Marching Band (TOMB) sampai Kompetisi Marching Band Terbuka (KOMBAT) sudah dilewatinya. “Kalau niatnya syiar, Insya Allah terbuka jalannya, jangankan level nasional, La Tansa kalau mau bisa ikut turnamen internasional, itu semua mungkin. Untuk final kali ini kita jangan terlalu pede dulu, bisa jadi Allah belum kasih kita kesempatan”, imbuh kabag Ekstrakurikuler Pesantren yang juga putra paling bungsu bapak pendiri, Ust. Fairus Nahiduddin. [ir]

